Irwan Kamar, Asman Program TJSL PT PLN (Persero) UID Aceh
BANDA ACEH — Sebuah kawasan pertanian modern tengah disiapkan di Gampong Geuceu Komplek, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh. Bukan sekadar rumah tanaman, fasilitas ini dirancang menjadi ruang produksi, pengembangan teknologi, sekaligus laboratorium pembelajaran pertanian berbasis masyarakat.
Pembangunan GEUKOM Smart Greenhouse – GH Melon 01 resmi ditandai melalui kegiatan groundbreaking pada Kamis (5/11/2026). Menariknya, ketika seremoni berlangsung, pekerjaan konstruksi di lapangan sudah mulai berjalan. Sejumlah tahapan awal pembangunan telah dikerjakan, mulai dari persiapan lahan hingga fabrikasi komponen struktur greenhouse.
Pembangunan fasilitas ini sepenuhnya mendapat dukungan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh. Dukungan tersebut menjadi landasan bagi Geukom Agrifarm untuk mengembangkan infrastruktur pertanian modern yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat gampong.
Kegiatan groundbreaking dihadiri Ketua Tuha Peut Gampong Geuceu Komplek, Prof. Dr. Ir. Amhar Abu Bakar, M.S., IPU., ASEAN.Eng.; Sekretaris Gampong Geuceu Komplek, Nazzalul Azmi, S.Pd., yang mewakili Keuchik Asnawi Kumar; Irwan Kamar bersama tim Program TJSL PT PLN (Persero) UID Aceh; Ketua Koperasi Desa Merah Putih Geuceu Komplek, Zulfadli; serta Dewi Sri Jayanti, S.TP., M.Sc., dosen Teknik Pertanian Universitas Syiah Kuala.
Turut hadir Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, S.STP., M.Si., perwakilan dari tim Yayasan Amanah, BPVP Banda Aceh, mitra konstruksi Geukom Agrifab, dan masyarakat Gampong Geuceu Komplek.
Konstruksi Sudah Bergerak
Berbeda dengan proyek yang baru memulai pekerjaan setelah seremoni peresmian, pembangunan GH Melon 01 telah memasuki tahap pekerjaan awal konstruksi.
Di lokasi pembangunan, pekerjaan pembersihan area telah dilaksanakan untuk menyiapkan lahan. Pekerjaan kemudian bergerak pada persiapan struktur bawah melalui pengerjaan bekisting dan pondasi.
Pada saat bersamaan, persiapan struktur atas juga mulai dilakukan melalui proses fabrikasi material. Pekerjaan tersebut meliputi pemotongan rangka baja dan pembengkokan (bending) besi pipa yang akan digunakan sebagai bagian dari konstruksi rangka atap.
Rangkaian pekerjaan ini memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya berlangsung pada satu bagian. Persiapan lahan dan pondasi berjalan sebagai bagian dari pekerjaan struktur bawah, sementara pemotongan baja dan pembentukan pipa menjadi persiapan untuk pekerjaan struktur atas.
Greenhouse ini dirancang menggunakan model atap lengkung (arch roof). Bentuk atap tersebut menjadi karakter arsitektur utama GH Melon 01 dan merupakan bagian dari rancangan teknis yang disiapkan sebelum proses konstruksi.
Dengan demikian, pekerjaan yang sedang berlangsung bukan sekadar penataan lokasi, melainkan tahap awal pembentukan infrastruktur yang kelak menjadi ruang produksi hortikultura berbasis teknologi.
Lima Meter, Tiga Zona Budidaya
GEUKOM Smart Greenhouse mengusung konsep integrasi budidaya melon dan anggur dalam satu bangunan. Dengan lebar keseluruhan lima meter, ruang budidaya dibagi menjadi tiga zona yang memiliki fungsi berbeda.
Bagian tengah selebar tiga meter menjadi zona utama melon yang dirancang untuk menampung sembilan baris tanaman. Sementara itu, sisi kiri dan kanan masing-masing selebar satu meter dialokasikan untuk budidaya anggur menggunakan sistem teralis pagar. Setiap sisi direncanakan menampung sepuluh pohon anggur.
Komposisi tersebut dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang sekaligus mengembangkan dua komoditas hortikultura dalam satu fasilitas produksi.
Di atas rancangan budidaya itu, Geukom Agrifarm juga menyiapkan penerapan konsep smart farming. Sistem yang dikembangkan mencakup pemantauan berbasis Internet of Things (IoT), otomatisasi pemberian nutrisi, serta pengaturan irigasi melalui sistem auto dosing.
Pendekatan ini diharapkan memungkinkan proses budidaya dikelola secara lebih presisi. Teknologi tidak hanya menjadi pelengkap bangunan, tetapi diarahkan sebagai bagian dari sistem pengelolaan produksi.
Dukungan TJSL PLN dan Kolaborasi Gampong
Dukungan penuh melalui Program TJSL PT PLN (Persero) UID Aceh menjadi elemen penting dalam realisasi pembangunan ini. Kolaborasi tersebut mempertemukan inisiatif pengembangan pertanian dari tingkat gampong dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan.
Kehadiran unsur pemerintah gampong, Tuha Peut, PLN, akademisi Universitas Syiah Kuala, Kopdes Merah Putih, Yayasan Amanah, BPVP Banda Aceh, mitra konstruksi Geukom Agrifab, dan masyarakat menunjukkan bahwa pengembangan pertanian modern membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Bagi Geukom Agrifarm, GH Melon 01 diproyeksikan tidak berhenti sebagai fasilitas produksi. Greenhouse ini diharapkan berkembang menjadi ruang praktik dan pembelajaran, tempat pengetahuan budidaya, teknologi digital, serta pengelolaan usaha pertanian dapat diterapkan secara langsung.
Namun, pembangunan fisik hanyalah tahap pertama. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas dapat beroperasi secara profesional, menghasilkan produksi yang konsisten, memiliki kelayakan usaha, dan mampu membuka kesempatan belajar serta peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dari Pembangunan Fisik Menuju Kemandirian
Di tengah tantangan regenerasi petani, keterbatasan lahan, serta kebutuhan peningkatan produktivitas pertanian, pembangunan GEUKOM Smart Greenhouse menghadirkan sebuah gagasan: gampong tidak harus selalu menjadi konsumen teknologi pertanian, tetapi dapat menjadi tempat teknologi tersebut dikembangkan dan diterapkan.
Groundbreaking pada 5 November 2026 menandai babak penting perjalanan tersebut. Pekerjaan pembersihan lahan, bekisting, pondasi, hingga persiapan rangka baja dan pipa atap menjadi tahapan awal dari sebuah proses yang lebih panjang.
Keberhasilan proyek ini kelak tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan greenhouse. Ukuran yang lebih menentukan adalah kemampuan menghasilkan produk, mengembangkan sumber daya manusia, membangun tata kelola usaha, dan menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Sebab, yang sedang dibangun di Geuceu Komplek bukan semata-mata sebuah greenhouse. Ada gagasan tentang pertanian modern, kolaborasi, dan masa depan ekonomi gampong yang sedang diuji melalui pekerjaan nyata.
Dari Gampong untuk Aceh. Menanam Inovasi, Membangun Masa Depan.



.png)





