BANDA ACEH — Pengembangan pertanian modern berbasis teknologi menjadi salah satu peluang strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas pertanian di Aceh. Semangat tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Bobby tim GEUKOM Agrifarm dan Dr. Safwan Nurdin, Direktur AMANAH, pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Pertemuan ini membahas peluang pengembangan greenhouse berteknologi smart farming berbasis Internet of Things (IoT), sebagai bagian dari penjajakan kolaborasi untuk mendukung pertanian yang lebih terukur, efisien, dan berkelanjutan.
Diskusi difokuskan pada potensi penerapan teknologi dalam budidaya komoditas pertanian unggulan, khususnya melon dan anggur, serta peluang pengembangan komoditas hortikultura lainnya seperti cabai, bawang dan tomat. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat mendukung pemantauan kondisi tanaman, pengelolaan air dan nutrisi, serta pengambilan keputusan budidaya berdasarkan data.
Mendorong Pertanian dari Praktik Konvensional Menuju Pengelolaan Berbasis Data
Bagi GEUKOM Agrifarm, pengembangan greenhouse bukan sekadar membangun fasilitas budidaya terlindung. Lebih dari itu, greenhouse dirancang sebagai bagian dari ekosistem agribisnis yang mengintegrasikan teknologi, proses produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengelolaan usaha.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengembangan sistem irigasi dan fertigasi otomatis. Melalui pendekatan ini, kebutuhan air dan nutrisi tanaman dapat dikelola secara lebih terukur, dengan dukungan sensor, perangkat pengendali, dan pemantauan melalui perangkat digital.
Penerapan IoT juga membuka peluang untuk mengumpulkan data mengenai suhu, kelembapan, dan parameter budidaya lainnya. Data tersebut dapat menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan konsistensi proses produksi sekaligus mengidentifikasi permasalahan lebih dini.
Namun, keberhasilan penerapan teknologi tetap bergantung pada kesesuaian desain dengan kondisi lokasi, kualitas instalasi, ketepatan pengelolaan tanaman, serta kemampuan operator dalam menjalankan sistem.
Membuka Ruang Kolaborasi dan Pertukaran Pengetahuan
Pertemuan bersama Direktur AMANAH menjadi kesempatan bagi GEUKOM Agrifarm untuk bertukar gagasan mengenai peluang pengembangan pertanian modern di Aceh.
Penjajakan ini membuka ruang diskusi mengenai kemungkinan pertukaran pengetahuan teknis, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penerapan teknologi greenhouse, dan penguatan model bisnis komoditas hortikultura.
Kolaborasi yang dikembangkan ke depan diharapkan tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek ekonomi dan keberlanjutan usaha. Produksi yang baik perlu ditopang oleh perencanaan usaha, pengendalian biaya, kualitas hasil panen, akses pasar, serta pengelolaan risiko.
Melalui pendekatan tersebut, teknologi pertanian dapat menjadi sarana untuk memperkuat daya saing usaha sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat dan generasi muda.
Membangun Fondasi Pertanian Modern Aceh
Bagi GEUKOM Agrifarm, pengembangan smart greenhouse merupakan langkah menuju model pertanian yang menggabungkan pengetahuan budidaya, rekayasa teknologi, dan manajemen agribisnis.
Penjajakan bersama AMANAH diharapkan menjadi awal komunikasi yang produktif untuk mengidentifikasi kebutuhan, potensi sinergi, dan bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan sesuai kapasitas masing-masing pihak.
Pertemuan ini masih berada pada tahap penjajakan. Pelaksanaan program bersama, termasuk kemungkinan penerapan proyek percontohan, memerlukan pembahasan dan kesepakatan lebih lanjut.
Dengan semangat belajar, berbagi, dan berinovasi, GEUKOM Agrifarm berkomitmen untuk terus mengeksplorasi pendekatan pertanian modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan agribisnis masa depan.
GEUKOM AGRIFARM & AMANAH
Menjajaki Kolaborasi, Mendorong Inovasi, Membangun Pertanian Masa Depan.
.png)






