Geukom Agrifarm

Geukom Agrifarm
  • Home
  • e-Perpustakaan
    • Apa Kata Dunia
      • Koperasi Merah Putih
        • Peraturan
        • Tanya Koperasi dengan AI
      • BUMDes
        • Peraturan
        • Manajemen
      • Pertanian
        • Peraturan
        • Manajemen
      • Pengetahuan Populer
        • Ayo Menulis
        • Manajemen
  • Contact Us


Minyak goreng merupakan salah satu bahan yang sering dijumpai sehari-hari. Hampir setiap rumah tangga memasak menggunakan minyak goreng setiap hari. Selesai memasak, biasanya sisa minyak yang masih jernihakan disimpan dan dipakai kembali beberapa kali. Jika sudah berubah warna kehitaman dan tak layak pakai, minyak akan dibuang.

Minyak bekas pakai atau biasa disebut jelantah biasa dibuang langsung di saluran pembuangan air, bak cuci piring, bahkan ke tanah. Meski terbilang praktis, cara tersebut nyatanya memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Membuang minyak jelantah sembarangan menjadi bukti kurangnya edukasi masyarakat mengenai bahaya yang mengancam.

Perlu diketahui bahwa minyak jelantah termasuk limbah B3 yang dihasilkan rumah tangga. Limbah B3 adalah limbah yang dalam konsentrasinya mengandung zat berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan berdampak buruk pada kesehatan.

Penggunaan minyak goreng di Indonesia

Menurut keterangan dari publikasi Indonesia Oilseeds and Products Annual 2019 diketahui bahwa konsumsi minyak goreng rumah tangga di Indonesia jumlahnya mencapai 13 juta ton. Berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA), negara dengan konsumsi minyak goreng terbanyak pada tahun 2019 berturut-turut adalah Indonesia, India, China, dan Malaysia

Dari tingginya tingkat konsumsi minyak goreng terus pada akhirnya menghasilkan residu berupa minyak jelantah. Namun, berdasarkan kajian TNP2K dan Traction Energi Asia pada tahun 2019, minyak jelantah yang dapat dikumpulkan di Indonesia baru mencapai 3 juta KL atau hanya 18,5 persen dari total konsumsi minyak goreng sawit nasional.

Survei lain yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (KIC) terhadap 140 rumah tangga pengguna minyak goreng pada Agustus-September 2020 menunjukka bahwa hanya 35,7 persen responden yang tidak membuang minyak goreng bekas.

Ada beberapa alasan mengapa pelaku rumah tangga tidak mengolah minyak jelantah, antara lain tidak tahu cara mengolah jelantah (73,3 persen), tidak tahu menjual ke mana (38,9 persen), tidak mau repot (34,4 persen), menganggap minyak bekas berbahaya (23,3 persen), dan lainnya (4,4 persen).

Bahaya minyak jelantah bagi lingkungan

Membuang minyak jelantah sembarangan akan menimbulkan berbagai masalah seperti penyumbatan pipa. Ini karena percampuran minyak bekas yang baru dituang dengan tanah di saluran drainase dapat berpotensi menyumbat saluran. Minyak juga bisa menurunkan kualitas air tanah, menyumbat pori-pori tanah, membuat tanah menjadi keras, dan kesuburannya berkurang.

Selain itu, minyak jelantah yang dibuang langsung ke sungai atau laut akan mengapung di permukaan air dan menghalangi sinar matahari. Dampaknya akan mengganggu proses fotosintesis tumbuhan dan dan menurunkan kadar oksigen yang dibutuhkan oleh biota laut.

Minyak jelantah yang dibuang ke air (sungai atau laut) akan mengapung di permukaan air dan menghalangi sinar matahari. Kondisi ini akan mengganggu proses fotosintesis tumbuhan dan menurunkan kadar oksigen yang dibutuhkan biota laut.

Menurut penjelasan Katrina Oginawati, Pakar lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), jika akhir pembuangan minyak jelantah ke saluran air bisa menyebabkan saluran pembuangan tersumbat. Lalu jika minyak bermuara di danau atau laut, lemak minyak akan berkumpul dan membentuk lapisan yang dapat menutupi permukaan air. Lapisan tersebut akan menghalangi sinar matahari dan pasokan oksigen yang dapat berubah jadi racun dan tentunya bahaya bagi mahluk hidup.

Memang tak dapat dimungkiri bila masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana cara membuang minyak bekas dengan benar. Dampaknya angka Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) meningkat dan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan mikroorganisme mengurai bahan organik menjadi makin banyak padahal kualitas air menurun.

Ahli toksikologi kimia dari Universitas Indonesia (UI), Budiawan, menjelaskan bahwa minyak goreng bekas pakai sebaiknya diperlakukan sebagai limbah dan tidak boleh dibuang sembarangan.

Membuang minyak jelantah yang benar dan alternatif pemanfaatan

Dikatakan Budiman bahwa cara aman untuk membuang minyak jelantah yaitu dengan dikumpulkan terlebih dahulu dan dikelola oleh pihak ketiga sesuai dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Salah satu tempat di mana Anda bisa ‘membuang’ minyak jelantah dengan aman adalah Waste4Change. Mereka memiliki program pengolagan limbah minyak jelantah dan dapat dikirim melalui jasa ekspedisi. Limbah jelantah tinggal dikirim dengan menggunakan wadah tertutup rapat dan tidak mudah bocor. Nantinya, kiriman minyak jelantah akan diolah menjadi bahan bakar biodesel.

Minyak jelantah memang harus diolah sebaik mungkin agar tidak berbahaya bagi lingkungan. Pemanfaatan minyak jelantah untuk biodesel memang jadi salah satu alternatifnya dan sudah diimplementasikan di berbagai negara seperti Finlandia, Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Cina, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia.

Namun, sebenarnya masih banyak alternatif lain untuk memanfaatkan minyak jelantah. Misalnya dijadikan bahan dalam pembuatan sabun cuci baju, pupuk tambahan untuk tanaman, bahan bakar lampu minyak, cairan pembersih lantai, aromaterapi, hingga dimurnikan untuk jadi pakan unggas.

Sumber


Indonesia merupakan produsen minyak nilam yang memasuk 90 persen kebutuhan dunia. 
Minyak nilam adalah jenis minyak atsiri yang dihargai hingga Rp800.000/kg.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Terbit 5 Mar 2024 08:00 WIB,

Prospek Cerah

Dengan potensi tersebut, prospek ekspor minyak nilam kita ke depan masih cukup cerah. Terutama karena permintaan global yang tinggi akan parfum dan kosmetik.

Selain itu, permintaan juga didorong oleh lonjakan penggunaan produk herbal. Masyarakat dunia mulai memahami manfaat kesehatan yang terkandung dalam minyak atsiri tersebur.

Minyak nilam diketahui dapat membantu mengatasi masalah pernapasan, mengobati inflamasi, bantu mempercepatan penyembuhan luka. Kemudian, minyak ini juga memiliki sensasi yang menenangkan pikiran.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat kenaikan pada permintaan ekspor minyak nilam, meskipun pertumbuhannya memang cenderung fluktuatif. Negara tujuan utama ekspor minyak nilam Tanah Air adalah India, Perancis, Singapura, Spanyol dan Amerika Serikat.

Berebut Pasar Eropa

Meskipun berstatus sebagai produsen minyak nilam nomor satu di dunia, Indonesia belum mampu menguasai pasar Eropa. Padahal negara-negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, Spanyol dan Swiss menawarkan peluang terbaik bagi pemasok minyak atsiri khususnya nilam dengan harga yang premium.

Studi dari CBI mencatat Perancis sejauh ini merupakan importir terbesar minyak atsiri dari wilayah Eropa. Posisi terdepan ini telah dipegangnya setidaknya selama lima tahun terakhir. Ekspor ke Prancis dalam kategori ini melebihi nilai 253 juta Euro pada tahun 2021, dan total volumenya sekitar 4.400 ton.

Indonesia menjadi salah satu negara pemasok utama minyak atsiri bagi Perancis dengan kontribusi sebesar 10 persen. Disusul oleh India (9 persen), Tiongkok (8 persen), Spanyol (8 persen) dan Turki (6 persen).

Dilihat dari kontribusinya, CBI menyebut bahwa persentase tersebut relative rendah. Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing negara pemasok menempati ceruk tertentu dengan hanya menawarkan sedikit minyak atsiri, bukan dalam jumlah yang banyak.

Kemudian, Jerman menjadi importir minyak atsiri terbesar kedua di Eropa. Impornya pada 2021 bernilai 130 juta Euro dengan total volume 3.300 ton. Pemasok utamanya adalah Prancis (21 persen), Tiongkok (15 persen), Amerika Serikat (11 persen).

Tiga negara pertama tersebut bahkan menyumbang hampir 50 persen impor. Hal ini menunjukkan bahwa struktur rantai pasokan Jerman sangat berbeda dengan Prancis.

Lebih lanjut, studi dari CBI menggarisbawahi bahwa Indonesia jarang menempati posisi sebagai pemasok utama minyak atsiri. Meskipun Ibu Pertiwi merupakan produsen utama minyak nilam. Kebanyakan negara-negara Eropa yang memimpin di pangsa impor essential oils mendatangkan kebutuhannya dari Perancis, Amerika Serikat dan China.

Melihat gambaran data ini, maka sudah semestinya Indonesia ke depan bisa meningkatkan produksi nilam. Setelahnya dapat merebut pasar-pasar Eropa yang cukup potensial.

Pemerintah juga tidak boleh menutup mata melihat peran komoditi nilam dan hasil olahannya yang sedemikian besar bagi negara dan petani khususnya. Komoditas ini tetap harus didukung dalam suatu perencanaan yang menyeluruh, terpadu dan sinergis baik janga pendek, menengah, maupun jangka panjang.


Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Nilam (1 Rante / 400 m²)

Oleh : Muhammad Yani (Owner Rumah Produksi Nilam Aceh)

 

Berikut  perhitungan sederhana  potensi dari budidaya nilam di lahan seluas 1 rante (400 m²).

1. Gambaran Usaha

Luas Lahan: 1 rante (400 m²).

Jumlah Bibit: ± 400 pohon.

Harga Bibit: Rp 1.200 per batang.

Lama Tanam: 5 bulan (1 siklus).

 

Hasil Panen:

Berat basah: 800–2000 kg.

Berat kering: 240–600 kg (30% berat basah).

Minyak nilam: 6–15 kg (2,5–3% dari berat kering).

Harga jual minyak nilam saat ini: Rp 1.710.000/kg.

 

2. Perhitungan Pendapatan

Pendapatan Minimum:

6 kg × Rp 1.710.000 = Rp 10.260.000

Pendapatan Maksimum:

15 kg × Rp 1.710.000 = Rp 25.650.000

 

3. Rincian Biaya Operasional

Berikut adalah biaya yang perlu dikeluarkan untuk 1 siklus (5 bulan):

1. Pembersihan Lahan: Rp 120.000

2. Pengolahan Tanah: Rp 120.000

3. Bibit Unggul (400 batang × Rp 1.200): Rp 480.000

4. Penanaman: Rp 200.000

5. Perawatan (pupuk, gulma, dll): Rp 800.000

6. Panen: Rp 300.000

7. Penyulingan Minyak (20% dari nilai minyak):

 

Minimum: Rp 2.052.000

Maksimum: Rp 5.130.000

 

8. Sewa Lahan (5 bulan): Rp 300.000

Total Biaya Operasional:

Minimum: Rp 2.320.000 + Rp 2.052.000 = Rp 4.372.000

Maksimum: Rp 2.320.000 + Rp 5.130.000 = Rp 7.450.000

 

4. Keuntungan yang Diperoleh

Keuntungan Minimum:

Pendapatan Minimum - Biaya Operasional Minimum

Rp 10.260.000 - Rp 4.372.000 = Rp 5.888.000

 

Keuntungan Maksimum:

Pendapatan Maksimum - Biaya Operasional Maksimum

Rp 25.650.000 - Rp 7.450.000 = Rp 18.200.000

 

5. Rasio Biaya dan Pendapatan (BCR)

BCR adalah perbandingan pendapatan dengan biaya.

BCR Minimum: Rp 10.260.000 / Rp 4.372.000 = 2,35

BCR Maksimum: Rp 25.650.000 / Rp 7.450.000 = 3,44

 

Kesimpulan: Nilai BCR di atas 1 menunjukkan bahwa usaha ini sangat menguntungkan.

 

6. Analisis Risiko

Jika Harga Minyak Menurun

Harga turun menjadi Rp 1.500.000/kg:

Pendapatan Minimum: 6 kg × Rp 1.500.000 = Rp 9.000.000

Keuntungan Minimum: Rp 9.000.000 - Rp 4.372.000 = Rp 4.628.000

 

Jika Produksi Minyak Menurun

Produksi hanya 4,8 kg (2% berat kering):

Pendapatan: 4,8 kg × Rp 1.710.000 = Rp 8.208.000

Keuntungan: Rp 8.208.000 - Rp 4.372.000 = Rp 3.836.000

 

Kesimpulan: Meski ada penurunan harga atau produksi, usaha ini tetap menguntungkan.

 

7. Kesimpulan Akhir

Usaha budidaya nilam di lahan 1 rante sangat layak dilakukan karena:

1. Keuntungan bersih per siklus: Rp 5,88 juta – Rp 18,20 juta.

2. Rasio keuntungan terhadap biaya (BCR): Di atas 2, artinya usaha ini sangat menguntungkan.

3. Risiko rendah: Usaha tetap menghasilkan keuntungan meskipun ada penurunan harga atau hasil panen.

 

8. Rekomendasi untuk Petani

1. Gunakan bibit unggul untuk hasil panen maksimal.

2. Efisiensi biaya penyulingan: Gabung koperasi atau investasi alat penyulingan sendiri.

3. Cari alternatif produk: Kembangkan produk turunan nilam seperti sabun atau parfum untuk menambah pendapatan.

4. Akses dukungan pemerintah: Manfaatkan subsidi pupuk atau pelatihan dari dinas terkait.

 

Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, budidaya nilam menjadi pilihan bisnis yang menjanjikan.

Ayo bersama sama memanfaatkan Alam dengan sebaik baiknya.

 

Sumber: Muhammad Yani _ Assosiasi Petani Atsiri Sejahtera - 081360172000


Kelompok Perikanan Budidaya Ikan Lele Gampong Geuceu Komplek, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh terima bantuan dari kementrian kelautan dan perikanan (KKP)

Kelompok Budidaya Ikan Lele Gampong Geuceu Komplek Binaan AMANAH (Anak muda Aceh Unggul Hebat) menerima bantuan pakan dan bibit ikan lele melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Baharuddin menyerahkan bantuan ini secara simbolis dan diterima langsung oleh Muhammad Ubaidillah, S.E. selaku Ketua Kelompok Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflog.

Muhammad Ubaidillah, S.E. selaku ketua kelompok mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait karena telah mendukung serta membantu kegiatan ini, kelompok budidaya ikan lele sistem bioflog Binaan AMANAH ini telah berjalan 2 tahun lebih, selain penjualan ikan lele hidup kami juga telah memproduksi lele Frozen siap goreng (LESGO), produk ini sangat membantu masyarakat khususnya ibu2 rumah tangga dalam mengkomsumsi ikan lele secara praktis dan higienis.

Selain itu, Kegiatan ini juga dilakukan untuk mendukung program nasional dalam pencegahan stunting, ikan lele banyak mengandung omega 3, protein serta vitamin B12 yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini juga Turut dihadiri geuchik Gampong geuceu komplek, tuha peut, tokoh masyarakat, ketua pemuda, Rika Fatimah Syam selaku General manager AMANAH Aceh dan didampingi Wahyu selaku ketua UMKM AMANAH.



Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) baik nasional atau internasional saat ini menuntut tersedianya tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan dan keahlian di setiap bidang profesinya. Sudah banyak sekali industri-industri dan organisasi yang mempersyaratkan supaya pekerja mendapatkan sertifikasi kompetensi profesi yang terjamin. Beberapa negara bahkan sudah ada yang mengkehendaki bahwa pekerja yang ingin bekerja diwajibkan untuk memperoleh sertifikasi kompetensi profesi yang diakui oleh Badan Negara yang sah. 

Kompetensi akan dinyatakan dengan diberikannya sertifikasi profesi dari lembaga sertifikasi profesi yang terlisensi BNSP, dengan mendapatkan sertifikat profesi ini dapat menunjukkan dan memajukan kredibilitas seseorang.

Uji Kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu.

BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja.

Untuk meyakinkan bahwa Seseorang memiliki kompetensi dan memiliki attitude yang profesional di bidang profesi yang di geluti, seseorang membutuhkan ujian kompetensi yang akan menggambarkan hasil apakah orang tersebut memiliki kompetensi sebagai profesional atau belum. Uji kompetensi dilakukan di Lembaga uji Sertifikasi Profesi yang berlisensi BNSP. 

Tahiroe Aceh, Program Pemerintah Aceh Tanam 3 Juta Pohon

Pemerintah Aceh lewat program Tanam Hijaukan Naggroe Aceh (Tahiro) Aceh menargetkan penanaman 3 juta pohon di seluruh Aceh.


"Kegiatan Tahiroe Aceh ini sudah kita mulai sejak beberapa waktu lalu dan acara puncaknya akan kita laksanakan di halaman Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh dan di Demplot Inkubator Bisnis (Geukom Agrifarm) Gampong Geucue Komplek Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh pada tanggal 24 Desember 2024," kata Kadisnakermobduk Aceh, Akmil Husen, usai melakukan penanaman pohon Jambu dan Mangga, pada Minggu (22/12/2024). 

Pj. Gubernur Aceh Dr H Safrizal ZA M Si, didampingi Istri Safriati, bersama Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar, melakukan penanaman pohon pada puncak peluncuran Gerakan Tahiroe Aceh yang merupakan akronim dari Tanam Pohon Hijaukan Nanggroe Aceh, di halaman Meuligoe Wali Nanggroe, Selasa (24/12/2024). 

Safrizal menjelaskan, penanaman pohon itu merupakan bagian dari program Tanam Hijaukan NaNggroe Aceh atau TAHIROE ACEH yang dicanangkan Pemerintah Aceh dalam rangka memperingati bencana Tsunami Aceh yang ke-20. 

Pada hari puncak itu, ragam bibit pohon juga bakal ditanam secara serentak di seluruh Aceh pada tempat-tempat yang sudah diidentifikasi. 

"Target kita kegiatan Tahiroe Aceh ini mencapai 3 juta pohon yang ditanam, Alhamdulillah kalau bisa lebih dan gerakan ini akan kita lanjutkan sampai 2025 untuk menciptakan kelestarian serta meanekaragami pohon buah di seluruh Aceh," ujar Ketua Majelis Wali Amanat USK itu. 

Lebih lanjut, Safrizal mengatakan, penanaman 3 juta pohon itu juga bertujuan untuk menghijaukan Aceh dan sebagai upaya mitigasi bencana. "Terutama penanaman yang mengambil lokasi di pinggir laut dan sungai, ini semua untuk mitigasi bencana," pungkasnya.

 

Jumat, 6 Desember 2024 telah diresmikan Klinik Hewan keliling dan dokter Hewan masuk desa bertepatan di halaman kantor Geuchik Geuce Komplek dan dihadiri oleh berbagai stackeholder.

Acra diawali dengan seremonial yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Peternakan Aceh dan diresmikan oleh PJ Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II bidang Perekonomian dan Pembagunan Dr. Ir. Zulkifli, M.Si.

ICA Aceh dan Cat lovers Banda Aceh turut menghadiri dan mendukung kegiatan ini serta akan berjalan bersama dalam pelaksaan kedepan nantinya.

Semoga dengan adanya klinik hewan keliling dan dokter hewan masuk desa, nasib para kucing baik itu kucing jalanan dan rumahan serta hewan kesayangan lainnya dapat lebih termonitor dengan baik yang pada akhirnya menciptakan kota Banda Aceh yang kolaboratif dan harmonis.

#launchingklinihewan #dokterhewanmasukdesa
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
ePerpustakaan atau ePerpus adalah layanan Perpustakaan Digital dengan konsep Kumpulan Koleksi Buku Elektronik. Kami hadir untuk memudahkan penelusuran kebutuhan digital Anda.

TENTANG KAMI

GEUKOM (Gerakan Edukasi Ukhuwah dan Kemandirian Organisasi Masyarakat)
Pertanian, Perikanan dan Peternakan di kawasan perkotaan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan lahan, akses teknologi, hingga minimnya jejaring dukungan. Geukom hadir sebagai gerakan kolektif untuk memperkuat edukasi, ukhuwah, dan kemandirian organisasi masyarakat dalam mengelola lahan perkotaan secara optimal. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Geukom mendorong terciptanya ekosistem agrikultur kota yang mandiri, berdaya saing, dan bermanfaat luas. VISI kami. Menjadi pelopor gerakan pemberdayaan masyarakat perkotaan melalui edukasi, ukhuwah, dan kemandirian organisasi dalam mengoptimalkan sumber daya lahan demi kesejahteraan bersama. Dengan MISI. 1) Edukasi Terpadu: Menyelenggarakan pelatihan dan workshop praktis agrikultur kota (urban farming) dan peternakan skala mikro. 2) Penguatan Ukhuwah: Membangun jejaring komunitas yang solid, memperkuat hubungan antar anggota, dan kolaborasi lintas sektor. 3) Kemandirian Organisasi: Membekali masyarakat dengan kapasitas manajerial, kepemimpinan, dan manajemen organisasi berbasis agrikultur. 4) Inovasi dan Teknologi: Mendorong adopsi teknologi tepat guna dan praktik berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. 5) Akses Pasar: Memfasilitasi akses pasar, pendanaan, dan kemitraan strategis untuk produk pertanian dan peternakan urban. Kami percaya bahwa upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas petani melalui pendidikan adalah cara untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup mereka.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Balajar di Alam
  • Tahiroe Aceh, Program Pemerintah Aceh Tanam 3 Juta Pohon
  • ICA Aceh dan Cat lovers Banda Aceh ikut serta Peresmian Klinik Hewan Keliling dan Dokter Hewan Masuk Desa
  • Khamo Foundation Kunjungi Geukom Agrifarm, Bahas Kolaborasi Pertanian Organik & Urban Farming Berbasis Komunitas
  • Membangun Desa, Membangun Koperasi: Dana Desa untuk Masa Depan yang Lebih Cerah
Tasty Treats
Travel Journal

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger

Arsip Blog

  • Agustus 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (2)
  • September 2025 (1)
  • Juli 2025 (1)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (2)
  • April 2025 (4)
  • Maret 2025 (5)
  • Februari 2025 (5)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (4)
  • November 2024 (4)

Laporkan Penyalahgunaan

Popular Posts

  • Khamo Foundation Kunjungi Geukom Agrifarm, Bahas Kolaborasi Pertanian Organik & Urban Farming Berbasis Komunitas
    GEUKOM.MY.ID I Banda Aceh – Geukom Agrifarm menerima kunjungan istimewa dari dua perwakilan Khamo Foundation), sebuah lembaga so...
  • USK Luncurkan e-SAI di Geukom Agrifarm, Solusi Cerdas Ketahanan Pangan Kota
    BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menghadirkan inovasi teknologi melalui peluncuran Smart Feeder Akuaponik bernama e-SAI (E...
  • Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Nilam 1 Rante
    Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Nilam (1 Rante / 400 m²) Oleh : Muhammad Yani (Owner Rumah Produksi Nilam Aceh)   Berikut  perhitungan sed...

Mengenai Saya

Komunitas Urban Farming Banda Aceh
Lihat profil lengkapku
  • Home

GeukomAgrifarm

Random Products

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates