Geukom Agrifarm

Geukom Agrifarm
  • Home
  • e-Perpustakaan
    • Apa Kata Dunia
      • Koperasi Merah Putih
        • Peraturan
        • Tanya Koperasi dengan AI
      • BUMDes
        • Peraturan
        • Manajemen
      • Pertanian
        • Peraturan
        • Manajemen
      • Pengetahuan Populer
        • Ayo Menulis
        • Manajemen
  • Contact Us



geukom.my.id | Banda Aceh – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Syariah di Gampong Geuceu Komplek, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, pada Kamis (18/09/2025).

Pada kesempatan itu turut hadir mendampingi Menko Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Kajati Aceh Yudi Triadi, Wali Kota Banda Aceh Illiza, Anggota DPR RI Nazaruddin, Kasdam IM Brigjen TNI Ayi Supriatna, Camat Banda Raya Rahmat Kadafi, dan Keuchik Geuceu Komplek Syahrul.
Dalam kunjungannya, Menko Zulhas menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan kinerja KDMP Syariah Geuceu Komplek. Ia menilai koperasi ini telah menjadi model koperasi desa mandiri dengan unit usaha yang beragam dan kreatif.
“Saya bangga melihat masyarakat di sini kreatif. Ada gerai sembako, pengembangan pertanian anggur. Kalau ada produksinya, lama-lama produktivitas naik. Di Taiwan dan Tiongkok dulu berkembang dengan metode seperti ini,” ujar Zulhas.
Menurutnya, keberadaan KDMP merupakan strategi pemerintah untuk mendorong produktivitas masyarakat desa. Dengan adanya koperasi yang kreatif dan produktif, roda perekonomian rakyat dapat terus bergerak dan tumbuh secara mandiri.
Selanjutnya, Camat Banda Raya, Rahmat Kadafi, menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan memfasilitasi pengembangan beberapa gerai usaha koperasi. Hal ini ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat gampong sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Kami mengharapkan KDMP Geuceu Komplek dapat mengembangkan bidang usaha yang sudah ada, di antaranya toko sembako, LPG bersubsidi, budidaya ikan, kebun anggur, pemeliharaan sapi, dan unit usaha simpan pinjam,” jelas Kadafi.
Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini di Kecamatan Banda Raya telah terbentuk 10 Koperasi Merah Putih yang tersebar di sepuluh gampong, dan seluruhnya telah memiliki badan hukum yang sah. Atas dasar itu, KDMP Syariah Geuceu Komplek siap menjadi koperasi percontohan.(TM/Hz) Acehasia.com

 Kursus Komputer di LIMCOM aja



 





BANDA ACEH – Ada yang beda di Gampong Geuceu Komplek, Banda Raya, Selasa (3/6/2025). Wali Kota Banda Aceh, Bunda Illiza Sa’aduddin Djamal, turun langsung memimpin panen raya anggur dan ikan lele bareng anak muda setempat! Yup, ini bukan cuma soal bertani ini soal masa depan!

Panen ini adalah bagian dari program ketahanan pangan gampong yang digagas oleh Kelompok Pemuda Tani Geukom Agrifarm. Komunitas kece yang digerakkan anak muda kreatif ini punya markas di Jalan Krueng Peusangan No. 4, dan mereka serius banget membuktikan bahwa pertanian dan perikanan bisa kekinian hanya dengan Polibag, Planterbag, Pot dan Kolam Terpal, dilahan terbatas ditutupi lantai beton.

Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif keren ini.

“Mari kita lanjutkan program ketahanan pangan gampong ini dan ikut serta dalam upaya mencegah stunting,” ajak Illiza di depan warga yang hadir.

Menurutnya, gerakan seperti ini bukan cuma soal hasil panen, tapi juga soal self-sufficiency alias kemandirian pangan dan gizi untuk keluarga.

Geukom Agrifarm memang jadi bukti nyata bahwa anak muda bisa banget terjun di dunia pertanian modern. Dan panen anggur plus lele ini, menurut Illiza, bisa jadi contoh buat gampong lain di Banda Aceh.

“Kita harapkan kegiatan ini menjadi contoh yang bisa direplikasi di gampong lainnya, dan tentunya harus didukung oleh semua pihak,” tambahnya.

Dalam acara itu, Wali Kota juga didampingi oleh beberapa tokoh penting, termasuk Kepala DPMG Banda Aceh, Saifuddin Ambia; Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Muhammad Nurdin; Camat Banda Raya, Rahmat Khadafi; dan unsur Muspika lainnya, minus berhalangan hadir pembimbing kelompok yang seorang Jabfung Penggerak Swadaya Masyarakat pada Disnakermobduk Aceh.


Jadi, kalau kamu pikir bertani cuma buat generasi lama coba pikir lagi. Anak muda Banda Aceh udah buktiin bahwa bertani bisa jadi jalan keren buat bangun negeri. 🌱🐟🍇

#PetaniMuda #PanenKeren #BandaAcehBertani #GeukomAgrifarm #LeledanAnggur


Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, semangat inovasi tumbuh subur di Kota Banda Aceh. Ketua DPR setempat, Irwansyah ST, dibuat terkesan saat mengunjungi kebun unik milik kelompok pemuda tani Geukom Argifarm di kawasan Geuceu Komplek, Kamis (15/5/2025). Kunjungan ini menjadi angin segar bagi pengembangan konsep pertanian urban dan pemberdayaan generasi muda di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Bagaimana tidak unik? Kebun yang berlokasi di gampong Geuceu ini berdiri di atas lahan yang dulunya tertutup rapat oleh beton dan bebatuan. Kondisi yang lazimnya menjadi penghalang aktivitas bercocok tanam konvensional, justru diubah menjadi tantangan yang memicu kreativitas. Kelompok pemuda tani Geukom Argifarm dengan cerdik memanfaatkan media tanam alternatif seperti polibag, planterbag, dan pot untuk mewujudkan impian mereka menanam.

Di lahan yang serba terbatas itu, mereka berhasil membudidayakan berbagai komoditas yang tak lazim tumbuh subur di perkotaan, seperti anggur yang biasanya dikenal sebagai tanaman elit. Hebatnya, anggur-anggur tersebut kini tumbuh dengan baik, membuktikan bahwa dengan metode yang tepat, komoditas ini bisa menjadi andalan lokal. Tak hanya itu, mereka juga mengembangkan budidaya ikan lele dengan sistem kolam bioflok yang dikenal hemat air, pakan, serta ramah lingkungan. Sistem ini membuka peluang produksi yang lebih tinggi tanpa perlu repot menggali tanah.

Keberhasilan kelompok tani muda ini tak lepas dari pendampingan intensif yang mereka terima. Seorang konsultan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat pada Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh turut memberikan bimbingan teknis. Pendampingan ini mencakup pelatihan penggunaan media tanam alternatif, teknik budidaya yang efektif, hingga pengelolaan produksi dan pemasaran hasil panen secara berkelanjutan.

Kunjungan Irwansyah ST ke kebun inovatif ini turut dihadiri oleh Geuchik (Kepala Desa) dan perangkat desa setempat, serta perwakilan unsur TNI dan Polri. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian urban. Sebuah kolaborasi yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga Banda Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Irwansyah ST mengajak seluruh warga Banda Aceh untuk menumbuhkan semangat berkebun, sekecil apapun lahannya. Memanfaatkan pekarangan rumah, bahkan lahan-lahan kosong di sekitar lingkungan, menurutnya, bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penguatan ekonomi rumah tangga.

“Budidaya pertanian dan perikanan dengan cara-cara inovatif seperti yang dilakukan Geukom Argifarm ini membuka peluang besar bagi ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi warga Banda Aceh. Mari kita manfaatkan setiap jengkal lahan yang ada secara optimal. Walaupun terbatas, asalkan dikelola dengan baik, pasti akan menghasilkan manfaat yang luar biasa,” ungkap Irwansyah penuh semangat.

Semangat kolaborasi dan inovasi yang ditunjukkan oleh Geukom Argifarm diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak warga Banda Aceh untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan pertanian urban. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan perut, ini adalah langkah nyata menuju pengembangan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan keterbatasan lahan perkotaan.


Siapa bilang anggur enak gak bisa ditanam di Banda Aceh ? Siapa bilang ternak Lele tidak menjanjikan dan sulit dikelola ?

Hari ini saya ikut mengunjungi salah satu kebun yang dikelola warga di Geuceu Komplek, Banda Aceh. Sebuah lahan yang digarap, tidak terlalu luas, ditanami anggur, cabai, dan juga sebagian untuk memelihara ikan lele.

Anggur, yang dulu dikenal sebagai tanaman elit dan mewah, hanya bisa didapati didaerah luar, sekarang siapa sangka, bisa mudah dibudidayakan ditanah2 kita di Banda Aceh. Gak butuh lahan luas, tapi bisa menghasilkan. Begitu juga dengan Ikan Lele, tanpa harus menggali tanah, kita sudah bisa budidaya lele dengan konsep kolam bioflok, selain bisa menghemat air, hemat pakan, juga ramah lingkungan dan produksi lebih tinggi.

Mari warga Banda Aceh, kita galakkan semangat berkebun, memanfaatkan lahan pekarangan rumah sendiri, lebih bagus lagi kalau bs mengelola kebun dengan lahan lebih luas, memanfaatkan lahan nganggur disekitar kita, selain bisa dipakai untuk kebutuhan sendiri, juga bisa dipakai untuk menambah kemampuan ekonomi rumah tangga kita.



 


Banda Aceh, 28 April 2025 - Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Banda Aceh menghadirkan Bobby Denil Lesmana, ASN Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, sebagai narasumber dalam program UMKM Talks edisi Senin, 28 April 2025. Mengangkat tema  “Cerita Bisnis Sosial dari Pendampingan ke Pedagang Madu”, acara ini menyoroti praktik baik pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Bobby, yang menjabat sebagai  Penggerak Swadaya Masyarakat, dikenal luas atas kiprahnya dalam Program Perluasan Kesempatan Kerja melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pengalaman mendirikan BoBee Madu produk madu lokal hasil binaan masyarakat sekitar hutan dan BoBee Inkubator Bisnis, sebuah inisiatif pengembangan UMKM yang bertujuan menciptakan wirausaha berdaya saing.

“Pendampingan bukan hanya soal pelatihan teknis, tetapi membangun kepercayaan diri dan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi yang mereka miliki,” ujar Bobby di studio RRI Pro 1, Banda Aceh.

Program UMKM Talks adalah inisiatif RRI Pro 1 Banda Aceh yang ditujukan untuk menyebarluaskan cerita inspiratif pelaku UMKM dan pemangku kepentingan di bidang ekonomi kreatif dan kerakyatan. Siaran ini dapat disimak melalui frekuensi 97.7 FM maupun kanal digital RRI.

Keterlibatan Bobby dalam program ini sekaligus menjadi representasi komitmen Pemerintah Aceh dalam mendorong inovasi lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kehadiran ASN yang aktif di lapangan sebagai agen perubahan diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah berbasis kemandirian ekonomi.


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
ePerpustakaan atau ePerpus adalah layanan Perpustakaan Digital dengan konsep Kumpulan Koleksi Buku Elektronik. Kami hadir untuk memudahkan penelusuran kebutuhan digital Anda.

TENTANG KAMI

GEUKOM (Gerakan Edukasi Ukhuwah dan Kemandirian Organisasi Masyarakat)
Pertanian, Perikanan dan Peternakan di kawasan perkotaan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan lahan, akses teknologi, hingga minimnya jejaring dukungan. Geukom hadir sebagai gerakan kolektif untuk memperkuat edukasi, ukhuwah, dan kemandirian organisasi masyarakat dalam mengelola lahan perkotaan secara optimal. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Geukom mendorong terciptanya ekosistem agrikultur kota yang mandiri, berdaya saing, dan bermanfaat luas. VISI kami. Menjadi pelopor gerakan pemberdayaan masyarakat perkotaan melalui edukasi, ukhuwah, dan kemandirian organisasi dalam mengoptimalkan sumber daya lahan demi kesejahteraan bersama. Dengan MISI. 1) Edukasi Terpadu: Menyelenggarakan pelatihan dan workshop praktis agrikultur kota (urban farming) dan peternakan skala mikro. 2) Penguatan Ukhuwah: Membangun jejaring komunitas yang solid, memperkuat hubungan antar anggota, dan kolaborasi lintas sektor. 3) Kemandirian Organisasi: Membekali masyarakat dengan kapasitas manajerial, kepemimpinan, dan manajemen organisasi berbasis agrikultur. 4) Inovasi dan Teknologi: Mendorong adopsi teknologi tepat guna dan praktik berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. 5) Akses Pasar: Memfasilitasi akses pasar, pendanaan, dan kemitraan strategis untuk produk pertanian dan peternakan urban. Kami percaya bahwa upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas petani melalui pendidikan adalah cara untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup mereka.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Balajar di Alam
  • Tahiroe Aceh, Program Pemerintah Aceh Tanam 3 Juta Pohon
  • ICA Aceh dan Cat lovers Banda Aceh ikut serta Peresmian Klinik Hewan Keliling dan Dokter Hewan Masuk Desa
  • Khamo Foundation Kunjungi Geukom Agrifarm, Bahas Kolaborasi Pertanian Organik & Urban Farming Berbasis Komunitas
  • Membangun Desa, Membangun Koperasi: Dana Desa untuk Masa Depan yang Lebih Cerah
Tasty Treats
Travel Journal

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger

Arsip Blog

  • Agustus 2026 (1)
  • Februari 2026 (1)
  • Oktober 2025 (2)
  • September 2025 (1)
  • Juli 2025 (1)
  • Juni 2025 (2)
  • Mei 2025 (2)
  • April 2025 (4)
  • Maret 2025 (5)
  • Februari 2025 (5)
  • Januari 2025 (2)
  • Desember 2024 (4)
  • November 2024 (4)

Laporkan Penyalahgunaan

Popular Posts

  • Khamo Foundation Kunjungi Geukom Agrifarm, Bahas Kolaborasi Pertanian Organik & Urban Farming Berbasis Komunitas
    GEUKOM.MY.ID I Banda Aceh – Geukom Agrifarm menerima kunjungan istimewa dari dua perwakilan Khamo Foundation), sebuah lembaga so...
  • USK Luncurkan e-SAI di Geukom Agrifarm, Solusi Cerdas Ketahanan Pangan Kota
    BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menghadirkan inovasi teknologi melalui peluncuran Smart Feeder Akuaponik bernama e-SAI (E...
  • Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Nilam 1 Rante
    Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Nilam (1 Rante / 400 m²) Oleh : Muhammad Yani (Owner Rumah Produksi Nilam Aceh)   Berikut  perhitungan sed...

Mengenai Saya

Komunitas Urban Farming Banda Aceh
Lihat profil lengkapku
  • Home

GeukomAgrifarm

Random Products

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates