Bank Sampah Hadir di Geuceu Komplek, sampah kini punya nilai.
BANDA ACEH — Sampah di rumah jangan buru-buru dianggap tidak berguna. Di Geuceu Komplek, Kota Banda Aceh, sampah kini mulai diarahkan menjadi sesuatu yang punya nilai.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Banda Aceh membangun bank sampah di Geuceu Komplek sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya.
Yang menarik, program ini tidak hanya mengajak warga memilah sampah. Sampah yang dikumpulkan juga dapat ditukarkan dengan minyak goreng kemasan. Termasuk minyak jelantah yang selama ini sering berakhir di saluran pembuangan.
Konsepnya sederhana: pilah, kumpulkan, setor, lalu dapat manfaat.
Bagi generasi muda, konsep seperti ini bisa menjadi cara baru melihat persoalan sampah. Botol plastik, kardus, kertas, hingga minyak jelantah tidak harus langsung masuk tempat sampah. Jika dipilah dan dikumpulkan dengan benar, semuanya bisa memiliki nilai ekonomi.
Minyak jelantah bahkan menjadi salah satu jenis limbah rumah tangga yang perlu mendapat perhatian. Membuangnya sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menyumbat saluran air. Dengan adanya mekanisme penukaran, masyarakat memiliki pilihan yang lebih positif untuk mengelolanya.
Jadi, daripada minyak jelantah dibuang, lebih baik dikumpulkan. Daripada sampah tercampur, lebih baik dipilah.
Kehadiran bank sampah di Geuceu Komplek diharapkan tidak hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat—bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang praktis dan memberikan manfaat langsung.
Bagi anak muda, gerakan ini bisa dimulai dari hal sederhana: sediakan satu wadah untuk sampah yang bisa didaur ulang dan satu wadah khusus minyak jelantah di rumah.
Karena perubahan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari aksi besar.
Bisa dimulai dari satu botol plastik. Satu kardus. Satu liter minyak jelantah.
Dan ketika sampah mulai punya nilai, menjaga lingkungan pun terasa semakin masuk akal untuk dilakukan bersama.



0 Comments